Warning: file_put_contents(): Only 0 of 117 bytes written, possibly out of free disk space in /home1/kmibfib/public_html/wp-content/plugins/accesspress-custom-css/accesspress-custom-css.php on line 165

Jl. Sosio-Humaniora, Bulaksumur, Yogyakarta 55281

+62 822-2009-2016 kmib.fib@ugm.ac.id

Resume Rebonan [10 Mei 2017]

IMG-20170512-WA0023

Rabu, 10 Mei 2017

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji serta syukur kita atas rahmat Allah yang dengannya kita masih bisa merasakan berbagai kenikmatan yang diberikan oleh Allah secara cuma-cuma untuk kita. Setiap embus napas, setiap kumparan cahaya yang kita terima melalui mata kita, setiap bunyi dan bising yang masih bisa berdenging dan kita rasakan lewat telinga kita, dan segala hal yang meliputi kehidupan kita yang kesemuanya adalah rahmat dan pemberian berharga dari Allah, semoga itu semua dapat kita syukuri dengan segenap kesyukuran dan semoga nikmat dan rahmat itu dapat kita gunakan sebagai modal untuk beramal baik selagi kita bisa.

Kemudian, tak lupa pula kita haturkan salawat serta salam untuk Nabi panutan kita yang tersebab dakwah dan doa-doa beliau beserta sahabat-sahabatnya Islam semakin berjaya dari masa ke masa hingga kita pun yang hidup ratusan tahun setelahnya pun masih dapat merasakan kenikmatan dan kehangatan cahaya Islam. Mudah-mudahan kita tidak lupa untuk selalu bersalawat dan meminta syafaat dari Nabi junjungan kita Nabi Muhammad Sallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

IMG-20170510-WA0013

Sebagai bagian dari Bani Adam yang tak lepas dari kesalahan, kita tentu sangatlah mengharap keteguhan dan keistiqomahan dalam berbuat baik dan tetap berada di jalan yang baik. Sebab, berbuat baik itu lebih mudah daripada mengistiqomahkan kebaikan itu sendiri. Seperti kata Rasul, kebaikan kecil yang berkesinambungan dari waktu ke waktu sungguh lebih baik dan lebih disukai daripada kebaikan besar yang dilakukan sekali tanpa ada keberlanjutan ke depannya.

Namun, meskipun kecil, kebaikan yang ingin kita istiqomahkan terkadang sangat sulit untuk diupayakan. Pak Jarwo dosen Sastra Prancis yang pada kesempatan kali ini berkesempatan untuk menjadi pemantik diskusi Rebonan minggu ini pun memaparkan beberapa hal mengenai istiqomah ini.

Beliau menjelaskan bahwa istiqomah itu dimulai dari hal yang sangat kecil, tetapi dengan segala daya dan upaya kita berusaha untuk menjaga kebaikan kecil itu agar dapat berlangsung dari waktu ke waktu meningkat sedikit demi sedikit. Katakanlah kita memulai dengan bersedekah setiap hari. Maka mulailah dengan bersedekah 500 rupiah untuk hari ini. Kemudian, esok hari lakukan lagi. Terus lakukan setiap hari dengan peningkatan sedikit demi sedikit.

Untuk menjaga keistiqomahan dan keteguhan hati kita tidaklah serta merta tanpa cobaan. Untuk mempertahankan keistiqomahan tersebut, terkadang kita akan dihadapkan pada rasa takut, cobaan dalam bentuk kekeringan, menipisnya kebutuhan, sempit dan sesak ketika menjalani, dan sebagainya. Hal ini seperti termaktub dalam kitabullah,

“Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan ‘Inna lillâhi wa innâ ilaihi râji’ûn’.” (Al-Baqarah: 155-156).

Maka satu satunya upaya yang dapat kita lakukan untuk mengatasi cobaan-cobaan itu adalah dengan terus berpegang teguh pada tujuan kita. Tetaplah usahakan kebaikan itu, dan teruslah berdoa kepada Allah.

Selain itu, salah satu cara agar kita dapat menjaga keistiqomahan itu, kita harus mencari motivasi kuat yang dapat membuat kita terpantik untuk melakukan kebaikan itu. Pak Amir dan Pak Masrukhi menambahkan pada diskusi rebonan kali ini bahwa kita boleh menjadikan pahala sebagai motivasi kita beramal. Malah, kita boleh saja menjadikan seseorang lawan jenis sebagai motivasi awal kita berbuat baik. Hal ini bukan berarti kita dibolehkan beramal atas nama mereka atau demi pahala dan mengesampingkan tujuan hakiki yakni demi meraih keridhaan Allah. Melainkan, motivasi-motivasi itu hanyalah sebagai pemantik awal agar kita dapat membiasakan kebiasaan-kebiasaan baik tersebut. Esok hari ketika kita sudah terbiasa melakukan amal-amal tersebut, tujuan dan motivasi itu sedikit demi sedikit dapat berubah menjadi motivasi dan tujuan yang lebih besar. Puncaknya, insyaAllah nanti tujuan dari amal-amal kita adalah demi meraih keridhaan Allah.

Sekian resume rebonan kali ini. Mudah-mudahan kita selalu dijaga oleh Allah agar tetap berada di jalan yang lurus dan tetap dijaga untuk mempertahankan amal-amal baik kita.

Terakhir, marilah kita berdoa dengan doanya Rasul yang sering beliau bacakan di rumah:

يَا مُقَلِّبَ القُلُوْبَ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِيْنِكَ

“Wahai Yang Maha Membolak balikkan Hati, teguhkanlah hati kami atas agama-Mu.” (HR. Tirmidzi).

IMG-20170510-WA0014

***

Yogyakarta, 12 Mei 2017

AhfieRofi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *